CEPU, Media Mitra Hukum Bhayangkara — Suasana di depan proyek pembangunan Sekolah Rakyat Cepu mendadak memanas setelah aksi penghadangan truk material pada keributan antara warga lokal dan pihak pelaksana proyek, Selasa (8/9/2026).
Insiden ini bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas pengiriman material ke dalam area proyek. Berdasarkan temuan di lapangan, armada truk kedapatan menggunakan dokumen yang berpindah-pindah. Dalam salah satu dokumen, pengiriman menggunakan Surat Jalan atas nama PT. Muntiara Alam Sejahtera Energi (MASE) asal Rengel, Kabupaten Tuban, dengan muatan 1 rit pedel yang disebut-sebut tidak memiliki izin resmi. Sementara itu, pada dokumen lainnya menggunakan Surat Jalan atas nama CV. Bio Alam Indo dari Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.
Mengetahui adanya dugaan praktik pengiriman material ilegal tersebut, seorang tokoh pemuda lokal berinisial G turun tangan. Sebagai bentuk protes, G memarkir mobilnya tepat di depan pintu masuk gerbang proyek untuk memblokir akses keluar-masuk armada truk pengangkut.
Situasi semakin memanas ketika pelaksana proyek CV. Sejahtera Tehnik, Doni, tiba di lokasi dan merespons aksi tersebut dengan menggeber-geber sepeda motornya. Tindakan ini memicu ketegangan emosional yang berujung pada aksi saling dorong antara pemuda setempat dan pihak pelaksana proyek.
Beruntung, ketegangan tidak meluas setelah sejumlah aparat keamanan dari Polsek Cepu bersama seorang personel Babinsa Cepu dengan cepat tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi dan melerai kedua belah pihak.
Terkait insiden tersebut, G menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara merupakan sebuah keharusan. “Proyek negara harus diawasi semaksimal mungkin, jangan seenaknya sendiri,” tegas G di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi proyek guna meredam potensi konflik susulan serta mendalami legalitas dokumen pengiriman material yang dipersoalkan warga.tutupnya
Yud
Tidak ada komentar:
Posting Komentar